Kamis, 25 Desember 2008

pembelajaran pendd keterampilan tata boga smt 2

I. STANDAR KOMPETENSI :
Mengapresiasi karya teknologi pengolahan

II. KEMAMPUAN DASAR :
Mengenal produk pengawetan makanan

III. MATERI PEMBELAJARAN
  • Pengertian pengawetan makanan
  • Tujuan pengawetan makanan
  • Hal – hal yang harus diperhatikan dalam pengawetan makanan
IV. SUMBER / BAHAN / ALAT :
  • Buku keterampilan untuk SMA karangan Ny. Fita Buku pengawetan makanan, Bahan penataran Keterampilan di Semarang Astuti, B.A dkk
  • tahun 1990
V. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Langkah – langkah :

Indikator

Pengalaman Belajar

Metode

Penilaian

1. Menjelaskan pengertian pengawetan makanan

2. Menjelaskan tujuan pengawetan makanan

3. Menjelaskan hal – hal yang harus diperhatikan dalam pengawetan makanan

Dengan mengkaji buku pengawetan makanan bisa mengerti tujuannya

1. Ceramah

2. Tanya jawab

3. Pemberian tugas

Test tertulis


Purworejo, 26 desember 2008

Mengetahui,
Kepala SMA 1 Purworejo Guru Mata Pelajaran

Drs. Muhammad Hani, M.Hum Niken Suci Rahyani
NIP.130901923 NIP.131622888

Selasa, 23 Desember 2008

sejarah singkat sma1

Seusai perang kemerdekaan RI, Keluarga Besar Tentara Pelajar (KBTP) Detasemen III Brigade 17 berinisiatif, memprakarsai, dan memperjuangkan berdirinya sebuah sekolah lanjutan atas di Purworejo. Kala itu, ide tersebut muncul karena mereka melihat banyak para orang tua yang kesulitan manakala memiliki putera-puteri yang baru saja lulus SMP namun masih ingin melanjutkan ke sekolah lanjutan di tingkat atas. Di Jawa Tengah, kebanyakan SMA hanya ditemukan di ibu kota karesidenan. Ide tersebut juga didasari keinginan untuk mewujudkan terima kasih dan balas jasa kepada rakyat di daerah Purworejo, yang pada waktu perang kemerdekaan RI telah membantu kepentingan para tentara pelajar

Berbekal Surat Penetapan KBTP Pusat tanggal 2 Juni 1954, nomor 219/P.E/KU/’54 yang berisikan pembentukan sebuah Panitia Pendiri Persiapan SMA B, C Kedu selatan dibukalah sekolah setingkat SMA bertempat di SR “Cemarajalan Tribrata (sekarang jalan Mayjend. Sutoyo). Panitia tersebut beranggotakan sembilan orang, dengan ketua Bapak Suroto dan wakil ketua Bapak Imam Subechi. Kepanitiaan tersebut dilengkapi dengan penasehat, antara lain Bupati Purworejo (Bp. R. Soerarjo Sastroprojo), Komandan Batalyon Infanteri Purworejo (Mayor Panuju). Adapun sebagai Kepala Sekolah, ditunjuklah salah seorang dari panitia tersebut, yaitu Bapak Imam Pratignyo. Perhatian Bupati Purworejo terhadap sekolah ini sedemikian besar, terbukti dengan diijinkannya sekolah ini untuk menempati Gedung Balai Rakyat, yang sebelumnya digunakan sebagai gedung Pemuda ( kini gedung DPRD). Gedung ini adalah bekas Societiet Belanda.

Para pendiri berkehendak agar SMA persiapan ini beralih status menjadi sekolah negeri. Untuk itu, mereka menghadap Bupati Purworejo dan Pimpinan Daerah guna mengkongkretkannya. Dalam sidang plenonya, DPRDS Purworejo menghasilkan suatu resolusi yang ditujukan kepada Menteri PP & K saat itu, untuk mengakui dan menegerikan sekolah ini. Resolusi tersebut dibawa ke Jakarta oleh sebuah delegasi yang diketuai oleh Bp. Pamuji, seorang anggota DPRDS dan diikuti 2 anggota lainnya, serta 1 anggota Panitia Pendiri SMA B, C. Kedu selatan. Selanjutnya, seusai menghadiri dies natalis Universitas Gajah Mada, Prof. M. Yamin (Menteri PP dan K saat itu) pada tanggal 1 Agustus 1955 mengesahkan SMA B, C Kedu selatan menjadi SMA Negeri Purworejo.

Dengan didukung Bp. Pamudji (Kepala Pemerintah Daerah saat itu), pada tahun 1958 Kantor Dep. PP & K membeli sebidang tanah seluas ± 2 hektar, di jalan Kutoarjo (kini Jalan Tentara Pelajar), desa Pangen Jurutengah untuk didirikan bangunan SMA Negeri 1 Purworejo. Namun pembangunan gedung ini sempat terhenti karena rangkaian peristiwa G30 S/PKI. Sampai dengan pertengahan tahun 1975, kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di dua tempat, yaitu gedung induk (bekas Balai Rakyat), dan tempat baru di jalan Kutoarjo. Barulah pada tahun 1976, kegiatan belajar mengajar menyatu di kompleks SMA Negeri 1 Purworejo, jalan Kutoarjo (jalan Tentara Pelajar 55 Purworejo). Dalam perkembangannya sampai dengan sekarang, penambahan fasilitas ruang banyak diusahakan oleh sekolah bekerja sama dengan BP-3/POMG. Dari jumlah 57 ruang, hanya 11 ruang yang merupakan pemberian Pemerintah.

sumber pustaka:www. sma1-purworejo.org

www. sma1-purworejo.org

foto sma1 purworejo

perkenalan

niken suci alamat smansa purworejo

mengapa jarang membuat blog sih

Demikian salah satu pertanyaan yang dilontarkan oleh rekan tobil disela obrolan lewat YM beberapa hari lalu. Alasannya memang klasik ada kesibukan yang menyita lebih banyak perhatian dari sekedar ngeblog… (maaf tuk rekan blogger). Beberapa alasan itu antara lain sebagai pelajar tentu harus lebih banyak belajar, tidak sekedar belajar ngeblog :D . Itu memang mesti melekat pada kewajiban saya yang saat ini sebagai pelajar. Horeeee punya alasan… Alasan lain adalah saat ini saya belajar dibiaya rakyat maka tanggung jawabnya menjadi lebih besar. Oleh karena itulah lalu saya beralasan tidak lagi bisa aktif… (yang penting dapat alasan). Kalau menulis di blog saja sudah tidak seaktif dulu apalagi dengan aktivitas blog-walking.

Jadi inget motivator menulis Ersis Warmansyah Abbas (EWA), beliau memprediksi bahwa saya bisa menjadi penulis produktif. Beliau yakin prediksinya tidak pernah meleset. Dan prediksinya saat ini meleset, tidak akurat alias masuk pengecualian (yang juga diperkirakan sambil guyon), karena saya semakin jarang menulis, walaupun sekedar via blog gado-gado ini. Maaf ya Bang EWA). BTW ayo terus menulis… weleh.

Ok kembali ke perihal blog ini. Dari statistik blog ini tidak banyak mengalami perubahan fluktuasi jumlah pengunjung. Kisaran perhari tidak kurang dari 3.000-an klik, kecuali untuk hari libur… ini bukan nyombong lho… wong sepertinya mereka nyasar saja. Saya juga minta maaf untuk para pengunjung yang kesasar di blog ini, mungkin saudara berharap mendapatkan banyak hal namun sayang tidak tersedia. Saya sadar tentang hal ini bahwa tidak sedikit pengunjung setia yang masuk dikarenakan keperluannya dengan perangkat pembelajaran di sekolah, ujian nasional, dan juga pengunjung yang ingin mendapatkan ebook.

Tadinya blog ini memang akan saya jadikan basis untuk penyediaan beragai perangkat mengajar (tempat berbagi tentang perihal pengajaran di sekolah), tapi ternyata terjadi pergeseran orientasi… wuih. Mungkin nanti jika sudah aktif mengajar lagi komunikasi bisa terjalin lebih baik dengan sesama rekan guru dan juga blogger pada umumnya. Semoga.

sumber pustakahttp://urip.wordpress.com/2007/11/24/mengapa-jarang-ngeblog-sih/